Kamis, 24 Maret 2011

Sektor Pertanian


Pendahuluan
   
   Pertanian adalah sektor utama perekonomian dari sebagian besar negara-negara berkembang. Begitu juga dengan negara indonesia yang masih mengandalkan pertanian sebagai salah satu perekonomian yang penting bagi negara dan cukup berpengaruh besar terhadap perkembangan negara.
    
   Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dikenal orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam, serta pembesaran hewan ternak, meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzim dalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan kejutempe, atau sekedar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan. dan  
   Kegiatan manusia yang termasuk di dalamnya yaitu bercocok tanam, peternakan, perikanan dan juga kehutanan itu juga dapat dikatakan sebagai pengertian pertanian. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat di Negeri Indonesia adalah sebagai petani, sehingga sektor pertanian sangat penting untuk dikembangkan di negara kita.

Cakupan Pertanian
   Pertanian dalam pengertian yang luas mencakup semua kegiatan yang melibatkan pemanfaatan makhluk hidup (termasuk tanaman, hewan, dan mikroba) untuk kepentingan manusia. Dalam arti sempit, pertanian juga diartikan sebagai kegiatan pemanfaatan sebidang lahan untuk membudidayakan jenis tanaman tertentu, terutama yang bersifat semusim.
   Usaha pertanian diberi nama khusus untuk subjek usaha tani tertentu. Kehutanan adalah usaha tani dengan subjek tumbuhan (biasanya pohon) dan diusahakan pada lahan yang setengah liar atau liar (hutan). Peternakan menggunakan subjek hewan darat kering (khususnya semua vertebrata kecuali ikan dan amfibi) atau serangga (misalnya lebah). perikanan memiliki subjek hewan perairan (termasuk amfibia dan semua non-vertebrata air). Suatu usaha pertanian dapat melibatkan berbagai subjek ini bersama-sama dengan alasan efisiensi dan peningkatan keuntungan. Pertimbangan akan kelestarian lingkungan mengakibatkan aspek-aspek konservasi sumber daya alam juga menjadi bagian dalam usaha pertanian.

Bentuk-bentuk Pertanian di indonesia
  •  Sawah
Sawah adalah suatu bentuk pertanian yang dilakukan di lahan basah dan memerlukan banyak air baik sawah irigasi, sawah lebak, sawah tadah hujan maupun sawah pasang surut.

  •  Tegalan
Tegalan adalah suatu daerah dengan lahan kering yang bergantung pada pengairan air hujan, ditanami tanaman musiman atau tahunan dan terpisah dari lingkungan dalam sekitar rumah. Lahan tegalan tanahnya sulit untuk dibuat pengairan irigasi karena permukaan yang tidak rata. Pada saat musim kemarau lahan tegalan akan kering dan sulit untuk ditubuhi tanaman pertanian.

  • Pekarangan
Perkarangan adalah suatu lahan yang berada di lingkungan dalam rumah (biasanya dipagari dan masuk ke wilayah rumah) yang dimanfaatkan / digunakan untuk ditanami tanaman pertanian.

  • Ladang Berpindah
Ladang berpindah adalah suatu kegiatan pertanian yang dilakukan di banyak lahan hasil pembukaan hutan atau semak di mana setelah beberapa kali panen / ditanami, maka tanah sudah tidak subur sehingga perlu pindah ke lahan lain yang subur atau lahan yang sudah lama tidak digarap.

Beberapa Hasil-Hasil Pertanian Di Indonesia
 
1. Pertanian Tanaman Pangan

- Padi
- Jagung
- Kedelai
- Kacang Tanah
- Ubi Jalar
- Ketela Pohon

2. Pertanian Tanaman Perdagangan

- Kopi
- Teh
- Kelapa
- Karet
- Kina
- Cengkeh
- Kapas
- Tembakau
- Kelapa Sawit
- Tebu

Peranan Sektor Pertanian Terhadap Perekonomian Indonesia

   Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki daratan yang sangat luas sehingga mata pencaharian penduduk sebagian besar adalah pada sektor pertanian. Pertanian dapat dilihat sebagai suatu yang sangat potensial dalam empat bentuk kontribusinya terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi nasional yaitu sebagai berikut:
  • Ekspansi dari sektor-sektor ekonomi lainnya sangat tergantung pada pertumbuhan output di bidang pertanian, baik dari sisi permintaan maupun penawaran sebagai sumber bahan baku bagi keperluan produksi di sektor-sektor lain seperti industri manufaktur dan perdagangan.
  • Pertanian berperan sebagai sumber penting bagi pertumbuhan permintaan domestik bagi produk-produk dari sektor-sektor lainnya.
  • Sebagai suatu sumber modal untuk investasi di sektor-sektor ekonomi lainnya.
  • Sebagai sumber penting bagi surplus perdagangan (sumber devisa).
Peranan Sektor Pertanian

Sektor pertanian mengkontribusikan terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi nasional dalam 4 bentuk yaitu:
a.Kontribusi Produk, Penyediaan makanan untuk penduduk, penyediaan bahan baku untuk industri manufaktur seperti industri: tekstil, barang dari kulit, makanan dan minuman.
b.Kontribusi Pasar, Pembentukan pasar domestik untuk barang industri dan konsumsi.
c.Kontribusi Faktor Produksi, Penurunan peranan pertanian di pembangunan ekonomi, maka terjadi transfer surplus modal dan tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor lain.
d.Kontribusi Devisa, Pertanian sebagai sumber penting bagi surplus neraca perdagangan (NPI) melalui ekspor produk pertanian dan produk pertanian yang menggantikan produk impor.

Kontribusi Produk.
  • Dalam sistem ekonomi terbuka, besar kontribusi produk sektor pertanian bisa lewat pasar dan lewat produksi dengan sektor non pertanian.
  • Dari sisi pasar, Indonesia menunjukkan pasar domestic didominasi oleh produk pertanian dari luar negeri seperti buah, beras & sayuran hingga daging.
  • Dari sisi keterkaitan produksi, Industri kelapa sawit & rotan mengalami kesulitan bahan baku di dalam negeri, karena bahan baku dijual ke luar negeri dengan harga yg lebih mahal.
Kontribusi Pasar

Negara agraris merupakan sumber bagi pertumbuhan pasar domestic untuk produk non pertanian seperti pengeluaran petani untuk produk industri (pupuk, pestisida, dll) dan produk konsumsi (pakaian, mebel, dll).
Keberhasilan kontribusi pasar dari sektor pertanian ke sektor non pertanian tergantung:
  • Pengaruh keterbukaan ekonomi, Membuat pasar sektor non pertanian tidak hanya disi dengan produk domestic, tapi juga impor sebagai pesaing, sehingga konsumsi yang tinggi dari petani tidak menjamin pertumbuhan yang tinggi sektor non pertanian.
  • Jenis teknologi sector pertanian, Semakin modern, maka semakin tinggi demand produk industri non pertanian.
Kontribusi Faktor Produksi

Faktor produksi yang dapat dialihkan dari sektor pertanian ke sektor lain tanpa mengurangi volume produksi pertanian tenaga kerja dan modal.
Di Indonesia hubungan investasi pertanian dan non pertanian harus ditingkatkan agar ketergantungan Indonesia pada pinjaman luar negeri menurun. Kondisi yang harus dipenuhi untuk merealisasi hal tersebut:
  • Harus ada surplus produk pertanian agar dapat dijual ke luar sektornya. Market surplus ini harus tetap dijaga dan hal ini juga tergantung kepada faktor penawaran è Teknologi, infrastruktur dan SDM dan faktor permintaan è nilai tukar produk pertanian dan non pertanian baik di pasar  domestic dan luar negeri.
  • Petani harus net savers è Pengeluaran konsumsi oleh petani < produksi.
  • Tabungan petani > investasi sektor pertanian.
Kontribusi Devisa

Kontribusinya melalui :
  • Secara langsung è ekspor produk pertanian dan mengurangi impor.
  • Secara tidak langsung è peningkatan ekspor & pengurangan impor produk berbasis pertanian seperti tekstil, makanan dan minuman, dll.
Kontradiksi kontribusi produk dan kontribusi devias è peningkatan ekspor produk pertanian
menyebabkan suplai dalam negari kurang dan disuplai dari produk impor. Peningkatan ekspor produk pertanian berakibat negative terhadap pasokan pasar dalam negeri. Untuk menghindari trade off ini dua hal yg harus dilakukan:
  • Peningkatan kapasitas produksi.
  • Peningkatan daya saing produk produk pertanian.
               http://retno.staff.gunadarma.ac.id

Kamis, 17 Maret 2011

Kemiskinan dan Kesenjangan Pendapatan


Pendahuluan
  Masalah kemiskinan memang sudah ada sejak dahuli kala. Pada masa lalu masyarakat menjadi miskin bukan karena kurang pangan, tetapi miskin dalam bentuk minimnya kemudahan atau materi. Dikehidupan modern pada masa kini mereka masih sulit untuk menikmati fasilitas pendidikan, pelayanna kesehatan, dan kemudahan-kemudahan lainnya yang tersedia pada jaman modern.
 Masalah kemiskinan yang dihadapi di setiap negara akan selaludi barengi dengan masalah laju pertumbuhan penduduk yang kemudian menghasilkan pengangguran, ketimpangan dalam distribusi pendapatan nasional maupun pembangunan, dan pendidikan yang menjadi modal utama untuk dapat bersaing di dunia kerja dewasa ini.
Definisi kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadinya kekurangan dalam hal-hal yang biasa untuk dimiliki atau dikonsumsi, seperti makanan , pakaian , tempat berlindung dan air minum, hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup . Kemiskinan juga terkait dengan tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:

·         Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan.

·         Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.

·         Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.

Faktor-faktor penyebab kemiskinan
 Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab kemiskinan pada umumnya yang terjadi di Negara :
·         Laju pertumbuhan peduduk
Meningkatnya jumlah penduduk membuat Indonesiasemakin terpuruk dengan keadaan ekonomi yang belum mapan. Jumlah penduduk yang bekerja tidak sebanding dengan jumlah beban ketergantungan. Penghasilan yang minim ditambah dengan banyaknya beban ketergantungan yang harus ditanggung membuat penduduk hidup di bawah garis kemiskinan.
·         Angkatan kerja, penduduk yang bekerja dan pengangguran
Secara garis besar penduduk suatu negara dibagi menjadi dua yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Yang tergolong sebagi tenaga kerja ialah penduduk yang berumur didalam batas usia kerja. Batasan usia kerja berbeda-beda disetiap negara yang satu dengan yang lain. Batas usia kerja yang di Indonesia ialah minimum 10 tahun tanpa batas umur maksimum. Jadi setiap orang atau semua penduduk berumur 10 tahun tergolong sebagai tenaga kerja. Sisanya merupakan bukan tenaga kerja yang selanjutnya dapat dimasukan dalam katergori beban ketergantungan.
·         Distribusi pendapatan dan pemerataan pembangunan
Distribusi pendapatan nasional mencerminkan merata atau timpangnya pembagian hasil pembangunan suatu negara di kalangan penduduknya. Kriteria ketidakmerataan versi Bank Dunia didasarkan atas porsi pendapatan nasional yang dinikmati oleh tiga lapisan penduduk, yakni 40% penduduk berpendapatan rendah (penduduk miskin); 40% penduduk berpendapatan menengah; serta 20% penduduk berpemdapatan tertinggi (penduduk terkaya). Ketimpangan dan ketidakmerataan distribusi dinyatakan parah apabila 40% penduduk berpendapatan rendah menikmati kurang dari 12 persen pendapatan nasional. Ketidakmerataan dianggap sedang atau moderat bila 40% penduduk berpendapatan rendah menikmati 12 hingga 17 persen pendapatan nasional. Sedangkan jika 40% penduduk miskin menikmati lebih dari 17 persen pendapatan nasional makan ketimpangan atau kesenjangan dikatakan lunak, distribusi pendapatan nasional dikatakan cukup merata. (Dumairy, 1996)
·         Tingkat pendidikan yang rendah
Rendahnya kualitas penduduk juga merupakan salah satu penyebab kemiskinan di suatu Negara. Ini disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan tenaga kerja.

·         Kurangnya perhatian pemerintah

Pemerintah yang kurang peka terhadap laju pertumbuhan masyarakat miskin dapat menjadi salah satu factor kemiskinan. Pemerintah tidak dapat memutuskan kebijakan yang mampu mengendalikan tingkatkemiskinan di negaranya.

Dampak kemiskinan bagi masyarakat Indonesia
Akibat kemiskinan dampak terhadap masyarakat umumnya begitu banyak dan kompleks. Pertama pengangguran, dengan banyaknya pengangguran berarti banyak masyarakat tidak memiliki penghasilan karena tidak bekerja. Karena tidak bekerja dan tidak memiliki penghasilan mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya. Secara otomatis pengangguran telah menurunkan daya saing dan beli masyarakat. Sehingga, akan memberikan dampak secara langsung terhadap tingkat pendapatan, nutrisi, dan tingkat pengeluaran rata-rata. Meluasnya pengangguran sebenarnya bukan saja disebabkan rendahnya tingkat pendidikan seseorang. Tetapi, juga disebabkan kebijakan pemerintah yang terlalu memprioritaskan ekonomi makro atau pertumbuhan.
Kedua, kekerasan. Sesungguhnya kekerasan yang marak terjadi akhir-akhir ini merupakan efek dari pengangguran. Karena seseorang tidak mampu lagi mencari nafkah melalui jalan yang benar dan halal. Ketika tak ada lagi jaminan bagi seseorang dapat bertahan dan menjaga keberlangsungan hidupnya maka jalan pintas pun dilakukan. Misalnya, merampok, menodong, mencuri, atau menipu (dengan cara mengintimidasi orang lain) di atas kendaraan umum dengan berpura-pura kalau sanak keluarganya ada yang sakit dan butuh biaya besar untuk operasi. Sehingga dengan mudah ia mendapatkan uang dari memalak.
Kesenjangan pendapatan
Ada sejumlah cara untuk mengukur tingkat kesenjangan dalam distribusi pendapatan. Yang sering digunakan yaitu:
·         Kurva Lorenz
Menggambarkan distribusi kumulatif pendapatan nasional di kalangan-kalangan lapisan penduduk, secara kumulatif pula. Kurva ini terletak di dalam sebuah bujur sangkar yang sisi tegaknya melambangkan persentase kumulatif pendapatan nasional, sedangkan sisi datarnya mewakili persentase kumulatif penduduk. Kurvanya sendiri “ditempatkan” pada diagonal utama bujur sangkar tersebut.Kurva Lorenz yang semakin dekat ke diagonal (semakin lurus) menyiratkan distribusi pendapatan nasional yang semakin merata. Sebaliknya, jika kurva Lorenz semakin jauh dari diagonal, maka ia mencerminkan keadaan yang semakin buruk.
·         Koefisien Gini
Adalah suatu koefisien yang berkisar dari angka 0 hingga 1, menjelaskan kadar kemerataan (ketimpangan) distribusi pendapatan nasional. Semakin kecil (semakin mendekati nol) koefisiennya, pertanda semakin baik atau merata distribusi. Begitu pula untuk sebaliknya.

Kesimpulan
Masalah kemiskinan di Indonesia saat ini dirasakan sudah sangat mendesak untuk ditangani, khususnya di wilayah perkotaan. Salah satu ciri umum dari kondisi masyarakat yang miskin adalah tidak memiliki sarana dan prasarana dasar perumahan dan permukiman yang memadai, kualitas lingkungan yang kumuh, tidak layak huni. Memang tkemiskinan tidak akan hilang, tapi tidak juga tertutup kemungkinan untuk mengurangi presentase kemiskinan.

Referensi :
http//id.wikipedia.org

Selasa, 08 Maret 2011

Neraca Pembayaran


I. Pendahuluan
Setelah membaca dan mempelajari bab tentang system perekonomian di Indonesia dan mengetahui macam-macam system ekonomi seluruh dunia, sekarang saatnya membahas beberapa unsur penting yang menentukan tingkat kesejahteraan ekonomi di dalam suatu Negara.
Beberapa unsur penting dalam suatu perekonomian negara yang akan dibahasa adalah, Neraca pembayaran, pendapatan nasional, produk domestic bruto(GDP), produk nasional bruto(GNP). Dengan mengetahui dan mempelajari hal-hal tersebut  maka kita dapat mengetahui, menganalisis, serta menentukan hasil dari kebijakan-kebijakan yang dijalankan di dalam suatu negara. Apakah member dampak positif atau negative? Apakah berjalan dengan baik dan dapat menentukan kemakmuran dan kesejahteraan suatu negara.

II. Neraca pembayaran
Neraca pembayaran merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari individu dan pemrintah asing, dan transaksi finansial. Umumnya neraca pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan dan neraca lalu lintas modal dan finansial, dan item-item finansial.
Transaksi dalam neraca pembayaran dapat dibedakan dalam dua macam transaksi.
  1. Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negatif (-), yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa.
  2. Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi positif (+), yaitu transaksi yang menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.

Pengertian Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran adalah catatan dari semua transaksi ekonomi internasional yang meliputi perdagangan, keuangan dan moneter antara penduduk dalam negeri dengan penduduk luar negeri selama periode waktu tertentu, biasanya satu tahun atau dikatakan sebagai laporan arus pembayaran (keluar dan masuk) untuk suatu negara. Neraca pembayaran secara esensial merupakan sistem akuntansi yang mengukur kinerja suatu negara. Pencatatan transaksi dilakukan dengan pembukuan berpasangan (double-entry bookkeeping system), yaitu; tiap transaksi dicatat satu sebagai kredit dan satu lagi sebagai debit.
Transaksi yang dicatat sebagai kredit adalah arus masuk valuta. arus masuk valuta adalah transaksi-transaksi yang mendatangkan valuta asing, yang merupakan suatu peningkatan daya beli eksternal atau sumber dana. Sedangkan transaksi yang dicatat sebagai debit adalah arus keluar valuta. Arus keluar valuta adalah transaksi-transaksi pengeluaran yang membutuhkan valuta asing, yang merupakan suatu penurunan daya beli eksternal atau penggunaan dana.
Tiap-tiap credit entry (bertanda positif) harus diseimbangkan (balanced) dengan debit entry (bertanda negatif) yang sama. Kedua entries tersebut dikombinasikan untuk menghasilkan laporan sumber-sumber dan penggunaan modal nasional (dari mana kita memperoleh danadana/ daya beli, dan bagaimana kita mengunakannya). Jadi, total kredit dan debit dari neraca pembayaran suatu negara akan sama secara agregat; namun, dari komponen-komponen neraca pembayaran, mungkin terdapat surplus dan defisit. Tabel 1.1. berikut merangkum definisi diatas.
Satu-satunya kesulitan riil dalam memahami bagaimana tiap transaksi mempengaruhi neraca pembayaran terletak pada interpretasi dari aset finansial dan hutang kepada pihak luar negeri. Contoh berikut membantu pemahaman tersebut diatas.
Contoh,suatu perusahaan RI meminjam Poundsterling Inggris. Jelas, pinjaman ini merupakan peningkatan hutang penduduk/perusahaan RI pada pihak luar negeri (Inggris).
Pinjaman ini merupakan suatu credit entry pada neraca pembayaran. Debit entry yang sama akan diklasifikasikan sebagai suatu peningkatan dalam kepemilikan aset financial luar negeri, yaitu rekening bank debitor RI (yang didenominasi) dalam sterling merupakan suatu aset.
Memiliki aset dalam valuta asing sama seperti memberikan pinjaman jangka pendek kepada negara lain.
Komponen Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran dapat dipecah ke dalam beberapa kategori yaitu; transaksi berjalan (current account), neraca modal (capital account), dan cadangan devisa negara (official reserves account)
1. Transaksi berjalan (current account).
Merupakan bagian dari neraca pembayaran yang berisi arus pembayaran jangka pendek (mencatat transaksi ekspor-impor barang dan jasa), yang meliputi :
a. ekspor dan impor barang-barang dan jasa ekspor barang-barang dan jasa yang diperlakukan sebagai kredit impor barang-barang dan jasa diperlakukan kembali sebagai debit
b. net investment income tingkat bunga dan dividen diperlakukan sebagai jasa karena merepresentasikan pembayaran untuk penggunaan modal.
c. net transfer (transfer unilateral)
meliputi bantuan luar negeri, pemberian-pemberian dan pembayaran lain antar pemerintah dan antar pihak swasta. Net transfer bukan merupakan perdagangan barang dan jasa. Atau dengan kata lain transaknsi berjalan merangkum aliran dana antara satu Negara tertentu dengan seluruh negara lain sebagai akibat dari pembelian barang-barang atau jasa, provisi income atas aset finansial, atau transfer unilateral (misalnya bantuan bantuan antar pemerintah dan antar pihak swasta). Transaksi berjalan merupakan ukuran posisi perdagangan intenasional yang luas. Defisit transaksi berjalan menjelaskan arus dana yang keluar suatu negara lebih besar dari dana-dana yang diterimanya.
Komponen transaksi berjalan meliputi neraca perdagangan dan neraca barang dan jasa.
Transaksi berjalan umumnya digunakan untuk menilai neraca perdagangan. Neraca Perdagangan secara sederhana merupakan selisih/perbedaan antara ekspor dan impor. Jika impor lebih tinggi dari ekspor, maka yang terjadi adalah defisit neraca perdagangan.
Sebaliknya, jika ekspor lebih tinggi dari impor, yang terjadi adalah surplus. Sedangkan Neraca Jasa adalah neraca perdagangan ditambah jumlah pembayaran bunga kepada para investor luar negeri dan penerimaan dividen dari investasi di luar negeri, serta penerimaan dan pengeluaran yang berhubungan dengan pariwisata dan transaksitransaksi ekonomi lainnya.
2. Neraca Modal (Capital Account)
Merupakan bagian dari neraca pembayaran yang mencerminkan perubahan-perubahan dalam kepemilikan aset jangka pendek dan jangka panjang (seperti saham, obligasi dan real estate) suatu negara, Yang meliputi : a. Arus modal masuk tercatat sebagai kredit karena suatu Negara menjual aset berharga kepada pihak asing untuk memperoleh uang tunai.
a. Arus modal keluar tercatat sebagai debit karena suatu Negara membeli asset berharga dari pihak asing (luar negeri).
b. Transaksi-transaksi neraca modal diklasifikasi sebagai investasi portfolio, langsung atau jangka pendek.
Untuk dapat membeli aset luar negeri diperlukan valuta asing, dengan demikian arus modal neto menggambarkan demand terhadap valuta asing. Nilai valuta asing ditentukan oleh demand valas untuk membeli barang-barang dan jasa dan demand terhadap valas untuk membeli aset. Neraca Modal adalah ukuran investasi jangka pendek dan jangka panjang suatu negara, termasuk investasi langsung luar negeri dan investasi dalam sekuritas.
3. Cadangan Devisa Negara (Official Reserves Account)
Mengukur perubahan-perubahan dalam cadangan internasional yang dimiliki oleh otoritas keuangan suatu negara. Hal ini mencerminkan surplus atau defisit transaksi-transaksi ekonomi neraca berjalan dan meraca modal suatu negara yang dihasilkan dengan cara mencari nilai selisih (netting) dari cadangan aset dan cadangan hutang. Cadangan devisa terdiri dari :
a) Cadangan internasional yang terdiri dari emas dan aset luar negeri yang dapat diperdagangkan.
b) Peningkatan dalam tiap aset tercatat sebagai debit
c) Penurunan cadangan aset tercatat sebagai kredit
Ukuran-ukuran Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran dapat disusun dengan mengkombinasi pos-pos neraca pembayaran
berikut :
1. Basic balance focus pada transaksi-transaksi yang dianggap penting bagi kesehatan ekonomis valuta. Basic balance menyeimbangkan neraca berjalan dan arus modal jangka panjang, namun tidak mengikutsertakan arus modal jangka pendek, seperti deposito deposito bank yang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor temporer; kebijakan moneter jangka pendek, perubahan-perubahan dalam suku bunga dan antisipasi-antisipasi fluktuasi valuta. Basic balance menekankan trend jangka waktu yang lebih panjang pada neraca pembayaran.
2. Net liquidity balance (neraca likuiditas neto) atau neraca keseluruhan meliputi basic balance ditambah arus modal jangka pendek tidak likuid pihak swasta dan error and omission. Neraca Keseluruhan mengukur perubahan pinjaman pihak swasta domestik atau pinjaman pihak swasta domestik ke luar negeri yang dibutuhkan untuk mempertahankan pembayaran dalam posisi equilibrium tanpa menyesuaikan cadangan devisa. Arus modal swasta jangka pendek tidak likuid dan error and omission tercatat dalam neraca, sementara aset dan hutang likuid tidak dicatat (dikeluarkan).
3. Neraca transaksi cadangan devisa menunjukkan penyesuaian cadangan devisa yang akan dibuat untuk mencapai equilibrium neraca. Karena neraca pembayaran harus diseimbangkan, tiap perbedaan yang tidak dapat ditelusuri atas transaksi-transaksi tertentu dicatat dalam statistical discrepancy (selisih yang belum dapat diperhitungkan).
III. Pendapatan perkapita
Pendapatan perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan perkapita juga merefleksikan PDB perkapita.
Pendapatan perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara,semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin makmur negara tersebut.
IV. Pendaptan Nasional
Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya (Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Jadi jika di simpulkan lagi pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
Berikut ini beberapa konsep pendapatan nasional:
·         Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product) jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara selama satu tahun, baik WNI atau WNA. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
Rumus PDB
PDB =konsumsi + investasi+ pengeluaran pemerintah+ (eksporimpor)
PDB = C + I + G + (X – M)
Konsumsi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga, investasi oleh sektor usaha, pengeluaran pemerintah oleh pemerintah, dan ekspor dan impor melibatkan sektor luar negeri. Rumus ini termasuk rumus pendekatan pengeluaran.
·         Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun,  termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut jadi hanya WNI saja.
Rumus PNB
PNB = PDB – PPLN + PPDN
PNB = PDB + PPPN
Jika PDB kurang meberikan gambaran tentang berapa sebenarnya output yang dihasilkan oleh faktor – faktor produksi milik perekonomian domestik, dalam PNB dapat di ketahui. Di negara yang sedang berkembang nilai PNB lebih kecil dari PDB karena nilai impor faktor produksi lebih besar daripada nilai ekspor faktor produksi.
·         Produk Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
·         Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
·         Pendapatan yang siap dibelajakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan
Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga metode, yaitu:
  • Metode pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
Rumus à PN = w + i + r + π
w         = upah / gaji
i           = pendapatan bunga
r           = pendapatan sewa
π          = keuntungan
  • Metode produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi). Namun dalam perhitungan metode ini dapat terjadi perhitungan ganda, untuk menghindarinya terdapat 2 cara yaitu, menghitung nilai akhir dan nilai tambah. Yang dimaksud nilai tambah adalah selisih antara nilai output dengan nilai input antara.
Rumus à NT = NO – NI
NT       = Nilai tambah
NO      = Nilai ouput
NI        = Nilai input antara
Dari persamaan tersebut sebenarnya dapat dikatakan bahwa proses produksi merupakan proses menciptakan atau meningkatkan nilai tambah. Aktivitas produksi yang baik adalah aktivitas yang menghasilkan NT > 0. Dengan demikian besarnya PDB adalah :
PDB =  ni = 1 NT
i  =  sektor produksi ke 1, 2, 3 ….
  • Metode pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran agregat untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M).
V. Kesimpulan
Jadi intinya neraca pembayaran dan pendapatan nasional memiliki manfaat dan kegunaan yang hampir sama yakni dapat mengetahui PDB (Produk Domestik Bruto) suatu Negara.
Selain untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan mengetahui data terperinci mengenai barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam satu pariode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat lain yaitu untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Sedangkan data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara apakah menjadi negara industry, pertanian, atau negara jasa.
VI. Daftar Pustaka
·         www.wikipedia.com
·         Buku Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikro dan Makro) edisi revisi, Rahardja P, Manurung M, Universitas Indonesia




Senin, 28 Februari 2011

Alasan Menggunakan Internet


Nama    : Hendra

Kelas     :1EB07

NPM     : 23210204


Pertama saya menggunakan internet karena ingin mengikuti perkembangan teknologi, agar dapat memperoleh informasi mengenai apapun yang ingin saya ketahui di seluruh dunia. Internet juga sering saya gunakan untuk mengerjakan tugas perkuliahan,berinteraksi dengan orang lain.

Contonya

  • Saya biasa browsing ke www.detik.com , di situ saya bisa mencari informasi ter up-date mengenai olahraga,politik, kesehatan dll.
  • Mengerjakan tugas lewat internet, saya bisa mencari referensi pertanyaan-jawaban apapun lewat paman google (www.google.com).
  • Berinteraksi dengan orang lain/siapa saja, jejaring sosial network seperti facebook dan email yang saat ini masih saya gunakan.
  • Dan juga untuk membuka situs gunadarma, seperti e-learning, studentsite,staffsite dll.

    Sabtu, 12 Februari 2011

    Sistem Perekonomian Indonesia



    Sistem perekonomian adalah suatu sistem yang digunakan oleh negara untuk mengalokasikan/mentitik beratkan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengaturfaktor produksinya. Dalam beberapa sistem seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
    Subsistem adalah sistem perekonomian yang terjadi pasa awal peradaban manusia. Dengan karakteristik perekonomian subsistem, orang melakukan kegiatan ekonomi dalma hal produksi hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau kelompoknya saja. Bisa dibilang pada saat itu seseorang belum berfikir melakukan kegiatan ekonomi untuk pihak lain atau orang lain dan juga tidak melakukannya demi keuntungan. Seandainya orang tersebut harus berhubungan dengan orang lain itupun hanya untuk sekedar mendapatkan barang lain yang mereka inginkan (barter).
    Seiring jalannya waktu dan perkembangan zaman yang semakin maju dan modern, serta berkembangnya jumlah populasi manusia beserta kebutuhannya, Maka mereka mulai berfikir untuk melakuakan perubahan dalam system perekonomian yang lebih maju, lebih teratur dan terencana. Dengan demikian semakin lama system barterpun tidak dapat/jarang digunakan lagi dalam perekonomian zaman modern. Adapun hambatan-hambatan yang dihadapi :
    ·         Minimnya pihak-pihak yang memiliki keinginan yang sama.
    ·         Suliy melakukan transaksi dengan jumlah yang besar.
    ·         Sulitnya menentukan nilai komoditi (sesuatu benda nyata yang relatif mudah diperdagangkan) yang akan dipertukarkan.
    Karena adanya hambatan-hambatan tersebut, maka para cendikiawan (pemikir yang sentiasa berpikir dan mengembangkan serta  menyumbangkan gagasannya untuk kesejahteraan masyarakat) memikrkan system perekonomian yang lebih baik dan bermafaat dan dapat digunakan oleh manusia. Beberapa hasil pemikiran para ahli adalah :

    1.    SISTEM PEREKONOMIAN PASAR (LIBERALIS / KAPITALISME)
    Dasar bekerjanya system ini adalah kegiatan invisible hand atau tangan-tangan yang tidak terlihat yang dicetuskan oleh ahli ekonomi Adam Smith . Dasar ini berasal dari paham kebebasan. Buku Adam Smith yang berjudul The Theory of Sentiments menjadi kerangka moral bagi ide-ide ekonominya 1759. Paham kebebasan ini sejalan dengan pandangan ekonomi kaum klasik, dimana mereka menganut paham  Laissez faire yang mengendaki kebebasan melakukan kegiatan ekonomi, dengan seminimum mungkin campur tangan pemerintah.
    Dasar pemikiran kaum klasik adalah :
    ·         Hukum SAY , yang mengatakan bahwa setiap komoditi yang diproduksi tentulah ada yang membutuhkannya. Dengan hukum ini para pengusaha atau produsen tidak perlu khawatir bahwa dagangannya akan sisa, karena berapapun yang ia produksi tentu akan digunakan oleh masyarakat.
    ·         Harga komoditi bersifat fleksibel, dengan demikian akan selalu terjadi keseimbangan pasar. Apabila terjadi ketidak seimbangan pasar itupun hanya bersifat sementara dan untuk selanjutnya harga akan kembali seimbang. Contohnya jika tingkat produksi melimpah, menyebabkan harga produk yang terkait menjadi murah. Karena harga produk menjadi murah para konsumen datang dalam jumlah besar dan membeli  produk sehingga produk berkurang drastis. Karena produk yang disediakan berkurang menjadi sedikit maka harga akan di naikkan kembali. Setelah harga menjadi stabil maka produsen akan meningkatkan produksinya dengan harapan akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Karena produksi meningkat jumlah produk di pasar menjadi banyak perlahan-lahan harga bergerak turun, begitulah keadaan akan berlangsung. Dari kedua keadaan tersebut akan mengarah terjadinya keseimbangan pada pasar. Dengan demikian pemerintah tidak perlu ikut campur tangan dalam proses tersebut.
    Dengan kondisi perekonomian yang semacam itu,pemerintah memiliki tiga tugas yang sangat penting (Suroso, 1993) :
    a.      Berkewajiban melindungi Negara dari kekerasan dan serangan negara liberal lainnya.
    b.      Melindungi masyarakat dari ketidak adilan atau penindasan oleh anggota masyarakat lainnya atau mendirikan badan hokum yang dapat diandalkan.
    c.       Mendirikan dan memelihara beberapa institusi atau saraa umum yang tidak dapat dibuat oleh perorangan karena keuntungan yang di dapat darinya terlalu kecil sehingga tidak dapat menutupi biaya pengeluarannya. Atau kegiatan ekonomi diserahkan sepenuhnya kepada swasta.
    Pada tahun 1930-an, akibat resesi dunia kejayaan system ini seakan-akan berakhir. Dari kejadian tersebut kemudian banyak bermunculan pandangan-pandangan untuk memperbaiki system ini. Adapun pandangan yang masih relefan dari ahli yang cukup di kenal dia adalah J.M Keynes, yang berpendapat bahwa negara yang merupakan suatu kekuatan di luar system liberalis ini haruslah ikut campur tangan dalam kegiatan ekonomi agar pekerjaan selalu tersedia bagi setiap warganya.
    Karakteristik system ekonomi liberal/kapitalisme adalah :
    ·         Faktor produksi dimiliki dan di kuasai oleh pihak swasta.
    ·         Pengambilan keputusan ekonomi bersifat desentralisasi, diserahkan kepada pemilik factor produksi dan akan di koordinir oleh mekanisme pasra yang berlaku.
    ·         Ransangan insentif atau umpan balik diberikan dalam bentuk utama materi sebagai sarana memotivasi para pelaku ekonomi.

    2.    SISTEM PEREKONOMIAN PERENCANAAN (ETATISME / SOSIALIS)
    Pencetus ide mengenai system ekonomi etatisme adalah Karl Max. Dalam system ekonomi ini sepenuhnya diatur di bawah kendali Negara. Contoh pengguna system ekonomi ini adalah Negara yang menganut faham komunisme, seperti uni soviet misalnya.

    Tahap-tahap ide etatisme / komunisme yang sempat muncul adalah :
                Tahap dimana prinsip ekonominya adalah ‘setiap orang member menurut kemampuannya dan setiap orang menerima sesuai dengan karyanya’.
                Kemudian tahap tersebut berkembang menjadi ‘setiap orang member sesuai dengan kemampuannya dansetiap orang menerima menurut kebutuhannya’ bias dikatakan distribusi menurut kebutuhannya ( suroso 1993 ).

    Sistem sosialis terdiri dari :
    ·         Sistem sosialis pasar dengan karakteristik :
    ·         Faktor-faktor produksi dimiliki dan dikuasai oleh pihak pemerintah / Negara.
    ·         Pengambilan keputusan ekonomi bersifat desentralisasi dengan di koordinasi oleh pasar.
    ·         Rangsangan dan insentif diberikan berupa material dan modal, sebagai sarana motivasi bagi para pelaku ekonomi.

    ·         Sistem sosialis terencana ( komunis ) dengan karakteristik :
    ·         Faktor-faktor produksi dimiliki dan dikuasai oleh pihak pemerintah / Negara.
    ·         Pengambilan keputusan ekonomi bersifat sentralisasi dengan di koordinasi secara terencana.
    ·         Rangsangan dan insentif diberikan berupa dan modal sebagai sarana motivasi bagi para pelaku ekonomi.
    Semakin berkembangnya kesadaran masyarakat dan tuntutan perekonomian internasional, dengan perlahan-lahan sistem sosialis terencana ini mulai ditinggalkan olah penganutnya. Contohnya di muali dari Russia, presiden Russia, Gorbachef dengan tindakan pembaharuannya. Dan juga dengan mulai pecahnya Negara-negara berpaham komunis, yang perekonomiannya cenderung bersistem sosialis.

    3.    SISTEM EKONOMI CAMPURAN
    Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem kapitalis dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang berarti juga garis tengah antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Garis tengah disesuaikan dengan keadaan di mana perpaduan itu terjadi, sehingga peran situasi dan lingkungan sangat memberi warna pada sistem perpaduan/campuran tersebut.
    Ciri-ciri sistem ekonomi campuran :
    ·         Kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah dan oleh swasata.
    ·         Transaksi ekonomi terjadi di pasar, dan ada campuran tangan pemerintah.
    ·         Ada persaingan serta masih ada control dari pemerintah.
    Kebaikan sistem ekonomi campuran
    ·         Kebebasan berusaha.
    ·         Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas.
    ·         Lebih mementingkan umum dari pada pribadi.
    Kelemahan sistem ekonomi campuran
    ·         Beban pemerintah berat dari pada beban swasta.
    ·         Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan.
    Sulit menentukan batas ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah dan swasta “ Sistem ekonomi campuran banyak dianut oleh negara berkembang”.

    PERKEMBANGAN SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA
    1.     Perkembangan sistem ekonomi sebelum orde baru
    Negara Republik Indonesia pada saat itu telah merumuskan perekonomian yang tepat bagi bangsa ini, baik secara individu maupun melalui diskusi kelompok.
    Bung Hatta, pada saat iyu mencetuskan ide bahwa dasar perekonomian Indonesia yang sesuai dengan cita-cita tolong menolong asalah koperasi (Moh. Hatta dalam Sri-Edi Swasono, 1985), tapi bukan berarti semua kegiatn ekonomi dilakukan secara kopersi, pemaksaan terhadap bentuk ini justru melanggar dasar ekonomi koperasi.
    Di amerika serikat (AS) tahun 1949, Sumitro Djojohadikusumo, dalam pidatonya menegaskan bahwa ekonomi yang di cita-citakan adalah semacam perekonomian campuran. Demikian dalam proses perkembangan berikutnya disepakatilah suatu bentuk perekonomian baru yang dinamakan sebagai Sistem Ekonomi Pancasila, yang didalamnya mengandung unsur demokrasi pancasila.
    Terlepas dari sejarah di Indonesia, menurut UUD’45, system perekonomian tercermin dalam pasal 23, 27, 33 dan 34.
    Demokrasi Ekonomi dipilih, karena memiliki cirri-ciri positif yang diantaranya adalah :
    ·         Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
    ·         Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.
    ·         Kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk/demi kemakmuran rakyat.
    ·         Sumber-sumber kekayaan dan keuangan Negara digunakan dengan pemufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat, serta pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada lembaga-lembaga perwakilan pula.
    ·         Warga Negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang layak.
    ·         Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentengan dengan kepentingan masyarakat.
    ·         Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum. Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh egara.

    Di dalam perekonomian Indonesia tidak mengijinkan adanya :
    Free fiht liberalism : yakni adanya kebebasan usaha yang tidak terkendali sehingga memungkinkan terjadinya eksploitasi kaum ekonom yang lemah, dengan bertambah luasnya jurang antara si kaya dan si miskin.
    Etatisme : yakni keikut sertaan pemerintah yang terlalu dominan sehingga mematikan motivasi dan kreasi dari masyarakat untuk berkembang dan bersaing secara sehat.
    Monopoli : suatu bentuk pemutusan kekuatan pada satu kelompok tertentu, sehingga tidak memberikan pilihan lain pada konsumen untuk tidak mengikuti keinginan sang monopoli.

    PERKEMBANGAN SISTEM EKONOMI INDONESIA SETELAH ORDE BARU
                Iklim kebangsaan setelah Orde Baru menunjukkan suatu kondisi yang sangat mendukung untuk mulai dilaksanakannya sistem ekonomi yang sesungguhnya diinginkan rakyat Indonesia. Setelah melalui masa-masa penuh tantangan pada periode 1945 sampai dengan 1965, semua tokoh negara yang duduk dalam pemerintahan sebagai wakil rakyat sepakat untuk kembali menempatkan sistem ekonomi kita pada nilai-nilai yang telah tersirat dalam UUD 1945. Dengan demikian sistem demokrasi ekonomi dan sistem ekonomi Pancasila kembali satu-satunya acuan bagi pelaksanaan semua kegiatan ekonomi selanjutnya.
                Awal Orde Baru diwarnai dengan masa-masa rehabilitasi, perbaikan, hampir di seluruh sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor ekonomi. Rehabilitasi ini terutama ditujukan untuk :
    ·         Membersihkan segala aspek kehidupan dari sisa-sisa faham dan system perekonomian yang laa ( liberal/kapitalis dan etatisme/komunis ).
    ·         Menurunkan dan mengendalikan laju inflasi yang saat itu sangat tinggi, yang berakibat terhambatnya proses penyembuhan dan peningkatan kegiatan ekonomi secara umum.
    Tercatat bahwa :
                Tingkat inflasi tahun 1966 sebesar 650 %
                Tingkat inflasi tahun 1967 sebesar 120 %
                Tingkat inflasi tahun 1968 sebesar 85 %
                Tingkat inflasi tahun 1969 sebesar 9,9 %
    PARA PELAKU EKONOMI DI INDONESIA
    Jika dalam ilmu ekonomi mikro kita mengenal tiga pelaku ekonomi, yaitu :
    ·         Pemilik factor produksi
    ·         Konsumen
    ·         Produsen
    Dan jika dalam ilmu ekonomi makro kita mengenal empat pelaku ekonomi :
    ·         Sektor rumah tangga
    ·         Sektor swasta
    ·         Sektor pemerintah, dan
    ·         Sektor luar negeri

    Koperasi : Pemerataan hasil ekonomi pertumbuhan kegiatan ekonomi kestabilan yang mendukung kegiatan ekonomi
    Swasta : Pertumbuhan kegiatan ekonomi pemerataan hasil ekonomi kestabilan yang mendukung kegiatan ekonomi
    Pemerintahan BUMN : Kestabilan yang mendukung kegiatan ekonomi pemerataan hasil ekonomi pertumbuhan kegiatan ekonomi


    Sumber dan referensi : http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/perekonomian_indonesia/bab1-sistem_perekonomian_indonesia.pdf

    Sabtu, 08 Januari 2011

    LPI Kick Off

    Laga Ksatria XI Solo FC vs Persema Malang menandai kick off Liga Primer Indonesia. Setelah menunggu sekian lama, era industri sepakbola di Indonesia akhirnya dimulai.

    Setelah melewati beragam kontroversi dan hingga kini masih dianggap ilegal oleh PSSI, Liga Primer Indonesia akhirnya dimulai Sabtu (8/1/2011) kemarin di Solo. Solo FC dan Persema Malang mencatatkan sejarah tersebut lewat laga yang berkesudahan 5-1 untuk tim tamu.

    Menurut pengamat sepakbola Tondo Widodo, laga tersebut menjadi tonggak sejarah sepakbola yang baru di tanah air. Dari sinilah era sepakbola industri dimulai.

    "Ini adalah awal dimulainya sepakbola yang bersih. Tanpa APBD yang sekaligus menjadi awal dimulainya era spekabola industri. Pengelolaan sepakbola ini 'kan dilakukan secara prinsip bisnis karena semua modal sponsorsip dan haksiar dimiliki oleh klub," sahut Tondo dalam perbincangan dengan detiksport.

    Terkait masih adanya kendala yang muncul dalam pertandingan tersebut, Tondo menyebut itu semua masih dalam tahap yang wajar. Namun pria yang pernah menjabat ketua bidang organisasi PSSI itu mekankan perlunya LPI dan klub lekas-lekas berbenah.

    "Ini lagi start up, jadi kalau seperti ini banyak kurang-kurangnya. Di (Stadion) Manahan cukup luar biasa bisa digelar dengan aman tertib. Soal tiket memang belum bisa (dijual) online. Lambat laun akan dibuat satu sistem."

    "Kekurangan harus dimaklumi. Pengelolanya masih baru belum makan asam garam. Sebagian besar adalah new comer. Biarkan mengalir saja," tuntas Tondo.


    sumber : www.detik.com